RUS

Oleh: Rizky Kurniawan

Rusmini gusar, menunggu kabar ihwal nasib ponselnya yang digondol maling pagi tadi. Lewat bantuan Debi, anak sulung tetangganya, kini dia mendapat lokasi terakhir posisi ponsel berada: Pasar Kebon Lonceng, tiga kilo jauhnya dari kediaman perempuan akhir tiga puluhan itu.

"Ayo, Teh. Mudah-mudahan masih ada di sana." Debi menghentikan skuternya di halaman rumah Rusmini. "Setahu Debi, cuma ada lima konter di Pasar Kebon Lonceng. Kita bisa tanyain satu-satu," lanjutnya semangat.

Masih gemetar, Rusmini naik ke boncengan.

***

Pagi tadi, saat sadar rumahnya disatroni maling, Rusmini linglung. Bingung harus berbuat apa. Suaminya kerja sejak subuh, baru pulang nanti siang. Kalaupun ada di rumah, Rusmini tidak begitu yakin kalau lelaki itu akan sepanik dirinya. Yang diingat Rus tentang suaminya hanya nyala api. Sekali lagi, Rus merutuki diri kenapa ponsel miliknya itu tidak dibawa mencuci baju semana biasa.

Tanpa Rusmini sadari, seseorang menghampiri. Adalah Debi, orang itu. Dia meninggalkan kegiatannya menjemur pakaian. Mungkin gadis itu sadar betapa hilang arahnya Rusmini yang tengah mematung di teras.

Rusmini gugup saat ditanya Debi mengapa kelihatan begitu bingung. Dengan terbata, perempuan itu akhirnya bercerita mengenai ponselnya yang raib.

"Jangan panik,...

Baca selengkapnya →