Sang Bunda dan Anak Haramnya

Oleh: Wina Sari Ardini

Inka sendirian di tengah hutan, buta, dan dengan rongga mata yang masih mengucurkan darah. Dua orang yang berpapasan dengannya berlari menjauh sambil menjerit begitu melihat wajahnya. Namun, orang ini, yang sengaja datang padanya dengan langkah kaki ringan, justru berkata lembut padanya “Matamu berdarah.”

Inka menoleh ke asal suara. Ia tidak bisa melihat siapa yang berbicara padanya, suaranya pun tidak seperti suara dari orang yang pernah berb...

Baca selengkapnya →