Siang belum sepenuhnya matang.
Matahari masih tergantung rendah seperti lampu tua yang belum memutuskan ingin menyala terang atau kembali padam.
Awan berjalan pelan di atas langit, seolah dunia hari itu masih ingin terlihat ramah.
Di tengah hamparan sawah yang luas dan hijau, aku membalik tanah dengan cangkul lusuh di tangan.
Tanah yang basah itu terangkat, lalu jatuh kembali.
Berulang.
Terus berulang.
Kadang aku berpikir hidupku pun tak jauh berbeda.
...