Satu Bab Lagi di Kafe Hujan

Oleh: Shinta Larasati Hardjono

"Pernikahan Kak Rian dua minggu lagi, Naya. Kamu mau berpura-pura sampai kapan?"

 

Suara Aksa menghentikan denting sendok besi yang sedang diputar Naya di dalam cangkir keramiknya. Di luar, hujan deras turun tanpa ampun mengguyur kaca jendela kafe bernuansa kayu di kawasan Jakarta Pusat itu. Air hujan yang mengalir deras di permukaan kaca membiaskan pendar cahaya lampu jalanan serta deretan lampu belakang mobil yang merayap macet menjadi garis-garis cahaya yang buram dan redup.

 

Naya tidak langsung menjawab. Dengan gerakan pelan, dia menggeser pandangannya dari cangkir americano yang...

Baca selengkapnya →