Satu Payung Berdua

Oleh: Agung Supriadi

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi ketika suara hujan mulai terdengar dari luar jendela kelas.

Awalnya hanya rintik-rintik kecil.

Satu per satu siswa kelas XI mulai memasukkan buku ke dalam tas. Beberapa langsung berdiri dan bergegas keluar sebelum hujan semakin deras. Sebagian lainnya memilih menunggu di dalam kelas sambil berharap hujan berhenti.

Revan masih duduk di tempatnya.

Ia memasukkan buku terakhir ke dalam tas dengan gerakan pelan. Tidak terburu-buru, tetapi juga tidak berniat menunggu terlalu lama.

Hari itu sebenarnya tidak ada sesuatu yang buruk.

Hanya saja, sejak pagi kepalanya terasa penuh.

Tugas matematika yang belum selesai. Presentasi kelompok minggu depan. Pesan dari ketua kelas tentang j...

Baca selengkapnya →