Pisau cukur ini terasa dingin di telapak tangan saya. Atau mungkin tangan saya yang sudah mati rasa? Saya tidak tahu lagi. Tiga atau empat jam. Berapa lama lagi saya harus duduk di lantai kamar mandi ini sebelum saya cukup berani? Sebelum bibir saya cukup lelah untuk memohon kepada-Nya.
Saya ingin pulang.
Tapi pulang ke mana? Ke losmen tua yang berbau keringat dan parfum murah? Atau ke tempat yang bahkan tidak pernah ada sejak awal?
***
Nama saya tid...