SEBENING RINDU

Oleh: hadi wiyono

Sebening Rindu

Malam itu, Jakarta sedang tidak ramah. Hujan turun dalam tirai-tirai tebal yang menghantam kaca jendela kedai kopi di sudut kota. Di dalam, aroma espresso bercampur dengan kelembapan udara malam, menciptakan suasana yang biasanya mereka sebut romantis. Namun tidak malam ini.

Rafa menatap cangkir kopinya yang sudah dingin. Jemarinya yang kokoh, yang biasanya dengan cekatan memetik senar gitar atau menggenggam jemari Nafa, malam ini ta...

Baca selengkapnya →