Secangkir kopi

Oleh: Dimas Hendra

Rendra pertama kali mengenal Naya saat duduk di bangku SMP. Hari itu langit mendung pekat dan hujan turun sangat deras tanpa peringatan. Semua murid berlarian tunggang-langgang mencari tempat berteduh di koridor sekolah yang sempit. Di antara keriuhan itu, Naya berdiri mematung di depan pintu kelas sambil memeluk erat buku-buku pelajarannya. Wajahnya menunjukkan kebingungan yang kentara karena ia lupa membawa payung untuk pulang.

"Pakailah punyaku...

Baca selengkapnya →