Oleh : Fakhrurrazi M. Qasim
SEDALAM SUNGAI DAN SEGELAP BOLA MATAMU
Hujan bukan lagi hal yang istimewa bagiku kini. Tak seperti dua puluh tahun silam ketika aku adalah seorang remaja. Remaja yang berlarian dan berkejar-kejaran dengan dua orang sahabatku di bawah deras air yang termuntahkan dari langit. Senja itu. Aku masih bisa merasakan tawar dan sejuk airnya yang jatuh menabrak bibirku ketika indahnya hawa dingin menggeroroti tubuh. Aku masih mer...