Riko selalu percaya bahwa cinta itu seperti berkendara: harus fokus, patuh rambu-rambu, dan tidak boleh asal potong jalur. Sayangnya, prinsip itu hancur berantakan sejak ia mengenal Citra, rekan kerja baru di kubikel sebelahnya. Citra adalah perwujudan nyata dari julukan "Emak-emak Naik Motor: Sein Kanan, Belok Kiri."
Suasana pagi di kantor selalu dimulai dengan tenang, diselingi aroma kopi hangat dan suara ketukan keyboard yang teratur. Namun, ketenangan itu seketika buyar begitu Citra datang dengan segala atribut kekacauannya. Hari Senin dimulai dengan bencana kecil ketika Citra menatap Riko dengan mata berbinar.
"Rik, gue laper banget. Temenin makan siang yuk? Gue lagi ngidam soto ayam depan kantor."
Sebagai jomblo teladan yang tidak menolak rezeki kedekatan, Riko langsung mengangguk semangat. Mereka berjalan kaki k...