Senandung Rindu di Batas Waktu

Oleh: Amir Ghozaly Prasetyo

Angin musim gugur berhembus membawa udara dingin yang menusuk hingga ke tulang, menyapu dedaunan cokelat yang berserakan di trotoar jalan. Di sudut sebuah kafe kecil beraroma kopi pekat dan kayu manis, Arkan duduk membeku. Matanya nanar menatap keluar jendela kaca yang mulai mengembun, memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang merapatkan mantel mereka. Di atas meja kayunya, secangkir espresso yang tadinya mengepulkan uap panas kini telah beru...

Baca selengkapnya →