Senja Di Stasiun hujan

Oleh: zidan fadlan robbah

Senja Di stasiun Hujan

Kereta terakhir hampir berangkat ketika Alana berlari kecil menyusuri peron yang basah oleh hujan. Napasnya tersengal, sementara jemarinya sibuk menahan rambut yang terus diterpa angin malam. Lampu-lampu stasiun memantulkan cahaya kekuningan di genangan air, menciptakan bayangan yang tampak seperti serpihan kenangan.

Di ujung peron, seorang lelaki berdiri sambil memegang koper hitam.

Arka.

Namanya masih terasa sama di dada Alana.

Hangat sekaligus menyakitkan.

Lima tahun.

Sudah lima tahun sejak mereka terakhir bertemu.

Namun waktu rupanya tidak p...

Baca selengkapnya →