Barangkali, setiap hubungan punya suara yang paling sering diulang. Ada yang dipenuhi tawa, ada yang dipenuhi doa, dan ada pula yang, tanpa disadari, perlahan hanya mengenal satu kalimat.
"Maaf."
Aku mengenal kata itu lebih akrab daripada namaku sendiri. Kata yang hadir di setiap akhir pertengkaran, di setiap air mata yang jatuh terlalu larut, dan di setiap pelukan yang semakin lama semakin kehilangan hangat.
Pada mulanya, kata itu terasa seperti hu...