Seorang Lelaki Menangis di Kamar Anaknya

Oleh: Muhammad Sapril

Seorang Laki-laki Menangis di Kamar Anaknya

Selama ini, dia tidak pernah benar-benar memperhatikan kamar ini.

Dua belas tahun keluar-masuk pintu yang sama. Dua belas tahun mencium dahi yang sama — dulu bau bedak bayi, sekarang bau minyak rambut dan keringat remaja. Dua belas tahun berpikir bahwa mencium dahi itu cukup. Bahwa hadir dalam diam adalah bentuk cinta yang sah.

Malam Sabtu ini, pukul sebelas lewat, lelaki itu duduk di kursi kayu di sudut...

Baca selengkapnya →