Ketika matanya terbuka, ruangan serasa berputar. Modar mencengkeram pinggir ranjangnya kuat-kuat seolah menahan tubuhnya untuk tidak terhempas oleh pusingan itu. Pelan ia membuka matanya kembali. Pandangannya membentur langit-langit yang putih disiram cahaya lampu neon.
“Dimana aku?”
Sekejap ia mengingat-ingat apa yang telah mengantarkannya kesini. Apakah aku mabuk lagi? Apakah aku tertabrak truk gandeng ketika ngebut meliuk-liuk di sela-sela kendaraan lain? Ia mencoba menegakkan tubuhnya dan seketika meringis. Dadanya serasa patah dan nafasnya sesak seketika. Ketika merabanya, sekelebat bayangan melintas di ingatannya. Sebilah kelewang melesat cepat menembus bagian bawah dadanya dekat rusuk. Ia masih sempat menyabetkan sambitan balasan ke arah leher penyerang...