"Tujuan: Jalan Melati No. 4B. Catatan: Pagar cokelat, taruh di kursi teras. Jangan pencet bel."
Andri, kurir ekspedisi oranye berjaket tebal yang mulai pudar di bagian siku, menghela napas panjang. Dia menyapu keringat di dahi dengan punggung tangannya yang terbalut sarung tangan hitam berlubang di bagian jempol. Baru saja dia menyelesaikan pengantaran paket ke-30 hari ini, dan tenaga di tubuhnya rasanya sudah terkuras habis.
Cuaca Jakarta pertengahan tahun memang sedang tidak beres—panas terik yang membakar kulit tiba-tiba bisa berubah menjadi awan mendung pekat yang menyergap dalam hitungan menit. Namun, di antara puluhan alamat rumit, lorong-lorong sempit,...