“Ini gara-gara kamu!”
“Semua salah kamu!”
Kata-kata itu masih jelas terekam di otakku. Suara yang bergetar penuh amarah antara dua orang yang seharusnya penuh kasih tidak pernah hilang dari benak ini. Tentu saja ini sangat mengganggu, tapi waktu membuatku kebal akan semua itu.
Kali ini, aku hanya menoleh sekilas. Pasangan yang mungkin dulu saling mencintai itu memperlihatkan ekspresi penuh kemarahan pada satu sama lain. Dahulu, aku juga bisa...