SERI

Oleh: Anggri Saputra

Malam belum terlalu larut, masih ramai anak kecil berteriak memanggil kawannya, masih berisik suara tapak kaki yang menjejak tanah, masih bising dengan gelak tawa.

Tapi di dalam kamar sempit dengan tembok retak rambut, Anita duduk di depan cermin yang terpotong miring bagian atas kirinya juga rompal di sisi samping dan bawah. Sementara di depannya, di atas meja kayu yang tertutup kain batik lusuh ada sebuah benda kotak putih kecil dan botol plastik Eau de Cologne minimarket

Anita masih menatap cermin, sesekali senyum di bibirnya mengembang. Bukan wajah yang cantik, tapi memiliki cahaya yang aneh, sinar muka yang membuat siapa mel...

Baca selengkapnya →