Aku tinggal di sebuah negeri yang aneh. Pemimpinnya terlahir dari persilangan babi dan tikus. Sebagian rakyatnya tidak mengenal kata tidur, sebagian lainnya sibuk menggali kubur. Orangtuaku termasuk dalam golongan kedua. Dua hari lalu, Ibu bahkan sudah mengukur kain kafan, sedang Ayah sibuk mengukir nisan.
“Untuk apa jadi jurnalis? Kamu akan dipenggal kalau salah kata!” Siang itu, Ibu berkomentar setelah melihat program studi pilihanku setel...