Si Gila untuk Teluk Alaska

Oleh: Linggarjati Bratawati

“Aku menyukaimu, Seda,” kuberi setangkai bunga mawar, yang kubeli dengan harga murah. Aku tahu ini memalukan, tapi hanya ini yang bisa keberikan untuknya. Sebagian uangku sudah habis karena biaya kos dan kuliah. 

Gadis itu hanya menatapku datar, tidak ada senyuman yang merekah disudut bibirnya. Sepertinya aku akan ditolak, seperti nasib para pria sebelumnya. Garis rahang yang lembut dengan poni tipis yang menutupi sebagian dahinya, serta mata...

Baca selengkapnya →