Pukul lima sore. Empat juta lima ratus ribu rupiah menguap dari layar ponsel Nadia. Angka di kolom saldo berubah menjadi nol, menyapu bersih seluruh sisa honor mengajar yang ia kumpulkan selama enam bulan. Di garasi samping yang terbuka lebar ke arah jalan kompleks, derai tawa Bagas meledak, menenggelamkan suara gesekan kompor minyak dan desis air mendidih dari dapur.
Bagas sedang berjongkok di samping pelek mobil bekas yang baru ia beli dua har...