Simfoni di Balik Botol Kaca

Oleh: P12

​"Hai, aku Lana. Aku seorang gadis kecil dengan pita merah yang selalu miring di rambut, dan aku memiliki sebuah rahasia besar yang bersarang di tenggorokanku.

​Jika kau bertemu denganku di toko buku atau di perosotan taman, kau mungkin akan menganggapku sebagai bagian dari latar belakang—seperti pot bunga atau bangku kayu yang diam. Aku tidak pernah berteriak saat melihat belalang sembah, dan aku tidak pernah memprotes saat anak laki-laki berbaju biru menyerobot antrean ayunanku. Ibuku sering mengelus kepalaku dengan tatapan yang sayu, seolah-olah di dalam kepalaku hanya ada hamparan padang rumput yang kosong.

​Tapi mereka salah.

​Di dalam kepalaku, aku adalah seorang konduktor orkestra. Aku adalah ribuan burung pipit yang mengepakkan sayap secara bersamaan. Bayangkan sebuah botol kaca bening yang diisi penuh oleh kelereng warna-warni hingga ke lehernya. Setiap kelereng adalah satu kata. Kelereng biru muda untuk 'Selamat pagi', kelereng merah tua untuk 'Aku takut', dan kelereng emas yang berkilau untuk 'Aku sayang Ibu'.

​Masalahnya, tutup botol itu macet. Terkunci rapat oleh sesuatu yang tidak bisa kujelaskan.

​Setiap pagi, aku terbangu...

Baca selengkapnya →