Malam selalu punya cara sendiri untuk merayakan kesepian. Di sudut kedai kopi yang temaram, denting piano mengalun lambat, memainkan melodi melankolis yang seolah dirajut dari helai-helai kesedihan. Di sanalah Elara duduk, menatap cangkir kopinya yang sudah mendingin. Matanya yang sembap menatap lurus ke depan, tepat pada punggung seorang pria yang duduk beberapa meja darinya.
Rendra. Nama itu adalah bait doa yang paling sering ...