SIMFONI HITAM

Oleh: Ezra Jo
Simfoni Hitam

​Malam selalu punya cara sendiri untuk merayakan kesepian. Di sudut kedai kopi yang temaram, denting piano mengalun lambat, memainkan melodi melankolis yang seolah dirajut dari helai-helai kesedihan. Di sanalah Elara duduk, menatap cangkir kopinya yang sudah mendingin. Matanya yang sembap menatap lurus ke depan, tepat pada punggung seorang pria yang duduk beberapa meja darinya.

​Rendra. Nama itu adalah bait doa yang paling sering ...

Baca selengkapnya →