Sketsa di Kafe Hujan

Oleh: Amir Ghozaly Prasetyo

Hujan selalu punya aroma tersendiri bagi Maya: campuran antara aroma tanah basah yang pekat, samar wangi biji kopi arabika yang baru disangrai, dan bau khas kertas gambar yang kering. Bagi sebagian orang, hujan adalah pertanda untuk bergegas pulang dan meringkuk di bawah selimut. Namun bagi Maya, hujan adalah satu-satunya saat di mana dunia melambat dan membiarkannya bernapas tanpa perlu berpura-pura.

Sore itu, hujan deras mengguyur sudut kota tan...

Baca selengkapnya →