Sore Itu di Depan Gang Kecil
Gerimis tipis yang turun sejak pukul empat sore tadi menyisakan aroma aspal basah yang khas, aroma bagi Aris yang selalu menggugah rasa rindu sekaligus kecemasan. Ia menarik kepala retlesting ke atas, menutup jaket denimnya. Udara mulai terasa lembap. Dingin mulai terasa.
Di bawah lampu jalan yang belum sepenuhnya menyala terang karena hari baru beranjak remang, Aris berdiri. Sudah hampir dua jam ia mematung di sana, te...