Mataku masih terpejam. Namun, jemariku secara naluriah meraba sisi tempat tidur, mencari kehangatan yang biasanya ada di sana. Nihil. Hanya ada permukaan seprai yang terasa sedingin es. Seketika, mataku terbuka lebar. Rasa kantukku langsung hilang. Aku mendapati sisi di sampingku kosong. Suamiku tak ada di sana.
Suasana begitu sunyi, sampai-sampai suara jam dinding terdengar sangat jelas. Aku menoleh ke arahnya.
"Jam tiga?" gumamku dengan suara ser...