Bayu sudah lima belas tahun jadi sopir truk, mengangkut muatan antar kota hampir setiap hari. Ia hafal setiap tikungan, setiap tanjakan, setiap titik rawan di jalur yang biasa ia lalui. Rekan-rekan sesama sopir mengenalnya sebagai orang yang cukup hati-hati, meski kadang terburu-buru kalau kejar setoran atau kejar target pengiriman sebelum gudang tutup.
Sore itu, ia sedang mengejar waktu. Muatannya harus sampai sebelum pukul enam, dan jalanan yang biasanya lancar hari itu justru padat karena ada perbaikan jalan di beberapa titik. Ia mema...