Anomali Selasa Pagi
[Tanggal di Surat: 14 Oktober]
"Lo masih simpan sampah itu, Yan?"
Aku tidak menoleh. Jemariku masih mengusap amplop berwarna biru pucat yang baru saja tiba pagi ini. "Ini bukan sampah, Bram. Ini surat cinta."
Bram mendengus, menarik kursi di depan mejaku hingga menimbulkan bunyi decit yang memilukan. "Surat cinta dari siapa? Setan? Lo bahkan nggak tahu siapa pengirimnya. Nggak ada nama, nggak ada alamat pengirim. Cuma ada cap pos ...