Hujan turun tepat ketika Alena menerima kunci rumah nomor tujuh.
Rumah tua itu berdiri di ujung jalan kecil, dikelilingi pohon kamboja dan pagar besi yang mulai berkarat. Cat dindingnya mengelupas, halaman depannya dipenuhi rumput liar, sementara jendela kayunya tampak rapuh dimakan usia.
Sudah hampir dua puluh tahun rumah itu kosong.
Namun, perempuan tua bernama Marni yang meninggal tiga minggu lalu justru mewariskan rumah tersebut kepada Alena.
Alena tidak mengerti alasannya.
Mereka memang saling mengenal, tetapi tidak pernah dekat. Marni hanya...