Surat Yang Tertinggal Di Warung Kopi

Oleh: M.RINALDI RIVANO

Pakde Wiro buka warung kopi jam 5 pagi. Udah 23 tahun. Meja kayunya sama, kursinya sama, bahkan gelas belingnya juga masih yang itu-itu aja. Yang ganti cuma pelanggan.

Palembang kalau pagi hawanya lembab. Bau kopi tubruk sama asap gorengan nyampur jadi satu. Anak-anak sekolah, bapak-bapak ojek, ibu-ibu arisan. Semua mampir dulu sebelum mulai hari.

Hari itu hari Selasa. Sepi. Cuma ada Mas Arman, kurir paket, yang tiap hari nongkrong sambil nunggu orderan masuk. Dan seorang p...

Baca selengkapnya →