Kantor itu buka pukul delapan. Adi datang pukul tujuh empat puluh lima.
Ia melepas helm, menaruhnya di bawah meja, lalu menggantung tas di sandaran kursi. Meja itu sudah ada sebelum ia bekerja di sana. Catnya mengelupas di beberapa sudut. Lacinya sering macet jika ditarik terlalu cepat. Adi tahu sudut yang harus ditekan agar laci itu bisa terbuka tanpa bunyi keras.
Ia menyalakan kipas angin. Bunyi kipas lebih dulu terdengar, baru baling-balingnya...