Menikah? Nanti dulu! Kesusahpayahan ini harus berujung keberhasilan. Jangan terhalang oleh laki-laki yang membatasi. Sampai keinginan tercapai.
Melipat penat dalam perjalanan wisata sendirian. Sejenak melupakan tawa, kala sebukit pekerjaan melihat wajahku berubah masam kerena terserang letih. Tubuhku yang layu perlu siraman keindahan alam agar kembali segar.
Sejenak beranjak pergi.
Laju kereta menggilas semua suara sumbang hati. Berganti dengan suara lembut menyapa yang secara kebetulan membersamai dudukku di kereta malam itu. Seorang sahabat lama, Embun.
“Mentariii, kau terlihat sedikit berisi. Cantiknyaaa,..