Talk to who?

Oleh: Maisa

Aku pikir, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ke ruangan ini. Ruangan luas dengan kursi berjejer menghadap satu meja panjang yang letaknya lebih tinggi. Meski luas, entah kenapa aku merasakan sebaliknya. Sesak.

Aku berjalan ke depan didampingi pengacara. Kemudian duduk di satu kursi yang memang disediakan khusus untukku.

Keringat dingin mulai terasa menusuk sampai ke tulang. Aku melirik pelan pada seseorang di seberang tempat dudukku. Dia terlihat tenang, menatap penuh percaya diri pada orang-orang di depan yang mengenakan seragam berwarna hitam. Entah bagaimana p...

Baca selengkapnya →