Sungguh sakit perutku, mau cari di mana untuk kuletakkan telurku ini. Aku berlari terpogoh-pogoh, punya sayap tapi tak sanggup kukepakkan. Namun, aku segera pergi karena mesin buldozer semakin dekat. Tak jauh dari keramaian aku tiba di tempat tawar-menawar.
———
“Izin menjelaskan, ketua Siren.” Fata mondar-mandir.
“Kalau bos besar tak dapat ayam hutan untuk acara, gimana nasib kita?”
Ketua Siren hanya me...