Terminal Patih Rumbih

Oleh: Susilawati Nussy

Pukul 21.30. Kamis malam yang basah. Di luar jendela kamar, rintik gerimis jatuh dengan irama yang monoton, menciptakan simfoni sunyi yang menusuk tulang. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap tumpukan pakaian yang sudah rapi terlipat di dalam koper. Libur kuliahku telah mencapai ujungnya; besok pagi, rutinitas Palangkaraya yang membosankan dan tumpukan tugas kuliah sudah menanti untuk melahap waktuku kembali.

​Suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah lamu...

Baca selengkapnya →