Teror Sang Malam

Oleh: Adnan Fadhil

Aku bisa mendengar denyut nadiku meski di tengah napas menderu. Satu kakiku yang berlubang terasa panas. Sementara, darah terus mengucur dari dalamnya, membuatku kian lemas.

Sudah berjam-jam yang lalu aku melarikan diri, terseok-seok tanpa arah dan tujuan. Meski tahu kemungkinannya kecil, masihlah aku bertekad agar lolos dari cengkeraman mereka. Mereka yang bukan orang jahat. Mereka yang sudah tugasnya memburu orang sepertiku.

Ah, betapa malunya aku mengakui bahwa aku pantas diburu begini. Do...

Baca selengkapnya →