Orang-orang di kampung kami menyebutnya begitu saja: Rumah Hitam. Bukan nama resmi, bukan pula alamat yang tertulis di kartu pos mana pun, tapi nama itu sudah cukup untuk membuat siapa pun tahu persis bangunan mana yang dimaksud—rumah tua di ujung Jalan Kenanga, satu-satunya rumah di seluruh kampung yang dicat hitam pekat dari atap sampai pagar, sejak sebelum aku lahir.
Aku, Wening, baru benar-benar melihatnya dari dekat pada usia dua puluh dela...