Di sebuah ceruk lembah yang tersembunyi, terdapat sebuah kota kecil tempat Gravale dilahirkan. Kota itu tak mengenal pendar lampu jalan atau pijar lilin. Bagi dunia luar, ia tampak seperti lubang hitam yang mati, namun bagi warganya, malam adalah kanvas warna yang megah. Saat senja meluruh, pupil mata Gravale dan para warga lainnya akan melebar, menangkap spektrum cahaya yang tak kasat mata. Bola matanya berkilau seperti batu aquamarine, sebuah fenomena yang mereka sebut sebagai Night-Eye.
Dengan mata seperti ini, para warga tak hanya dapat melihat barang atau sosok seseorang dalam gelap, tetapi juga dapat melihat bentuk-bentuk yan...