Langkah-langkah kecil Fajar kecil di ruang tamu selalu diiringi suara ketukan rotan dan desisan kekecewaan. Ia bukan anak bodoh; justru sebaliknya, ia adalah peraih peringkat pertama yang selalu menjaga lembaran kertas ujiannya tetap bersih dari noda merah. Namun, malam itu, sebuah angka delapan puluh jatuh seperti palu hakim.
Ayahnya mendengus, melempar kertas itu ke atas meja kayu yang mulai lapuk. "Delapan puluh bukan angka untuk mengubah nasib...