They Are Watching You

Oleh: meila cahyani

 

Satu, dua, tiga.

Aku menoleh ke belakang. Kosong. Tidak ada siapa pun. Sudah hampir dua minggu berlalu, aku merasa diikuti dan diawasi oleh sesuatu. Hampir kehilangan akal, akhirnya aku berkonsultasi pada sahabatku, Arin.

“Hanya perasaanmu saja,” begitu kata Arin, setiap aku menceritakan hal ini padanya.

“Kapan kakak kembali? Ia pasti akan menjagamu” gumam Arin, suaranya pelan hampir tak terdengar

Aku menghela napas kasar. Topik ini lagi, aku muak membahasnya.

“Untuk apa dia kembali? dia sudah bahagia dengan perempuan lain.”

Arin menatapku. Ia selalu berharap aku dan mantanku bisa kembali lagi. Asal tahu saja, mantanku adalah kakak kandung Arin. Dua tahun lalu aku menjalin hubungan, bahkan kami juga merenca...

Baca selengkapnya →