Satu, dua, tiga.
Aku menoleh ke belakang. Kosong. Tidak ada siapa pun. Sudah hampir dua minggu berlalu, aku merasa diikuti—diawasi oleh sesuatu. Hampir kehilangan akal, akhirnya aku berkonsultasi pada sahabatku, Arin.
“Hanya perasaanmu saja,” begitu kata Arin, setiap aku menceritakan hal ini padanya.
“Kapan kakak kembali? Ia pasti akan menjagamu” gumam Arin, suaranya pelan hampir tak terdengar
Aku menghela napas kasar. Topik ini lag...