Tidak Pernah Utuh

Oleh: novizuzanna

Tidak Pernah Utuh


Di atas meja kayu bewarna cokelat tua, secangkir kopi yang mulai dingin masih mengepulkan sisa-sisa aroma pahitnya. Disampingnya, lembaran kertas berserakan, Sebagian penuh coretan, Sebagian lagi masih kosong menunggu disentuh. Disanalah Aruna duduk, menatap kalimat terakhir yang baru saja ia tulis :

 

“Tidak ada kehidupan yang benar-benar utuh. Kita hanya belajar menerima bagian yang hilang.”

 

Ia menghela nafas Panjang.

 

Sebagai seorang p...

Baca selengkapnya →