Malam di sudut kota selalu punya dua wajah: gemerlap lampu neon yang memikat, dan kegelapan gang-gang sempit yang mencekam. Di bawah temaram lampu jalanan yang berkedip, tiga remaja berdiri berdampingan. Mereka bukan cuma sekadar teman nongkrong, tapi tiga kepala dengan satu ritme jantung yang sama: Ezra, El, dan Jovan.
Tiga Kepala, Satu Jiwa
Malam itu, seperti biasa, mereka berkumpul di atap warung kopi pinggiran kota. Karakter mereka seolah membagi tugas secara alami:
Jovan: Duduk sambil memetik gitar, melemparkan senyum hangat, dan sesekali melontarkan lelucon konyol untuk mencairkan suasana. Dia adalah lem...