"Sabar, lah, Bung," ujar Raju, menerima telepon setelah selesai sidang. "Itu bisa diatur. Yang penting, bebas dulu. Ini saja, tuntutan jaksa tidak main-main. Lima belas tahun penjara."
Dari ujung sana, seseorang yang meneleponnya, yang konon seorang taipan Tionghoa kelas kakap, membalas, "Ah, aku yakin kamu bisa bebas, Raju. Branding kamu berhasil bertahun-tahun. Awam mengira kamu yang dizalimi, dijahatin hukum di negara ini. Sopir-sopir taksi itu sampai sekarang beranggapan kamu itu pahlawan buat hidup mereka, Raju. Nggak pernah kepikiran kalau--"
Raju meletakkan telunjuknya di bibir dan ber...