TOXIC

Oleh: Cano

Dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk berjalan menuju kantor. Aku tetap masuk kerja, meski sudah dua hari kesehatanku belum juga membaik. Badanku rasanya sakit semua, linu, seperti akan remuk, tapi ya sudahlah namanya juga orang dewasa.

"Eh Luna, udah sehat?" Mala, teman sekantorku itu bertanya dengan ramah, namun wajahnya mendadak panik saat melihat wajahku. "Kamu pucet banget, Lun."

Mala langsung berdiri dan menyentuh keningku. "Masih anget ih, kamu udah sarapan? Pasti belum kan? Aku beliin kamu bubur ya, mumpung belum briefing."

"Ga usah, aku udah sarapan ko," kataku berbohong.

Mala memang perhatian banget. Kami memang sudah lama berteman dan dia memang tahu kebiasaanku yang jarang sarapan pagi.

"Ah kebiasaan nih boong mulu, tapi obatnya dibawa?" tanyanya lagi.

Aku mengangguk, lalu duduk menghadap komputer yang masih padam sampai aku bisa melihat sendiri pantulan wajahku yang sangat tidak enak dipandang. "Minta lipstik dong, L...

Baca selengkapnya →