Tuhan, Aku Hanya Ingin Naik Haji.

Oleh: Daffa Amrullah

Senin pagi itu menjadi salah satu dari sekian banyak pagi yang kulewati begitu saja di dalam hidupku. Mungkin sama seperti biasanya, aku memulainya di sebuah warung kopi, memesan secangkir kopi hitam tanpa gula, sambil mengaduk bubur kacang hijau yang porsi ketan hitamnya yang lebih banyak. Sesekali ingin kuambil sepotong roti yang diletakkan di dalam toples plastik dengan tutup berwarna merah jambu di sana, mencampurnya dengan bubur kacang hijau ini agar lebih nikmat dan menambah rasa kenyang, tapi mengingat uang bulanan kali ini cukup tipis, aku pun mengurungkan niatku. Saat mangkuk sudah kosong dan perut setengah kenyang, kunyalakan korek untuk menyulut api di ujung rokok kretekku.

Hujan turun cukup deras, sementara jam dinding telah menunjukkan pukul 7.45, artinya aku akan terlambat, karena perjalanan ke kantor memerlukan waktu setengah jam lagi. Kuperhatikan penjaga warkop begitu antusias menuang air panas ke gelas-gelas berisi bu...

Baca selengkapnya →