Sore itu Wijaya pulang dengan perasaan paling bahagia dalam hidupnya.
Ia berjalan cepat menuju kos kecil yang ia sewa untuk Ayu. Di saku jaketnya ada kotak cincin. Cincin perak itu ia beli dari tabungan tiga bulan gajinya sebagai pekerja paruh waktu. Selama tiga bulan ia mengurangi jatah makan, mengangkut barang di pasar sebelum subuh, dan mengantar paket sampai tengah malam. Hari ini uangnya akhirnya cukup. Ia akan melamar Ayu.
Tujuh bulan lalu, d...