Pukul 01:15 dini hari. Alana baru saja melepas sarung tangan latex-nya yang bersimbah darah setelah operasi debridemen darurat pada korban kecelakaan motor.
Peluh membasahi dahi di balik masker bedahnya. Bahunya terasa seberat beton, dan tulang belakangnya seolah menjerit minta diistirahatkan. Namun, ada kepuasan yang sunyi saat ia menatap monitor tanda vital pasien yang kembali stabil.
"Kerja bagus, Dokter Alana," puji salah satu perawat instrumen sambil membereskan alat-alat bedah.
Alana hanya mengangguk tipis, memberikan senyum kecil di balik maskernya yang kini ia turunkan ke leher...