“Patwek, tutup pintunya!”
Patwek, mahasiswa pria berusia 22 tahun itu, menengok ke belakang. Pintu kantor pak Hanal masih terbuka. Ia bisa melihat beberapa teman pria sedang duduk bercengkerama di luar kantor. Salah seorang yang berbadan paling besar, menengok sekilas ke arahnya. Patwek menutup pintu itu. Ia bisa merasakan teman-temannya tadi serentak memandang pintu yang berayun lalu tertutup itu.
“Kamu aman bersama saya sekarang,” ucap pak Hanal, direktur le...