Derasnya arus sungai pada malam itu membawaku kepadamu. Aku yang putus asa; aku yang dipenuhi banyak masalah; dan aku yang saat itu tidak tahu ke mana arus akan membawaku, lalu kamu tiba-tiba datang, menarikku dari dinginnya air sungai. Sungguh, saat itu aku mengira bahwa mungkin saja aku sudah mati. Bahwa keberadaanmu hanya sebuah ilusi. Namun di ambang kesadaranku, sayup-sayup aku mendengar suaramu. Menepuk kedua pipiku dengan lembut dan menggu...