VUDU

Oleh: hadi wiyono

VUDU

​Matahari baru saja naik, tetapi keringat dingin sudah membasahi punggung Genta. Seragam putih-abunya yang menguning di bagian kerah dan kusam di keseluruhannya tampak kontras dengan seragam mulus dan bersih teman-temannya. Di depan gerbang sekolah, tiga orang sudah menunggunya.

​"Woi, cacing tanah datang!" teriak Riko, suaranya melengking dan merendahkan membelah parkiran, disambut tawa teebahak-bahak dua temannya.

​Genta menunduk, mempe...

Baca selengkapnya →